Friday, October 06, 2006

Kebahagiaan Sejati

Ok.. boleh di kata aku ini student, and mungkin gak ngerti artinya karena umurku yg masih mekar2nya sebuah bunga... (cieh...) tapi bukan berarti aku nggak boleh mikirin ini topic di atas dong? toch?!?

Barusan ini aku pulang sel (our church adopt the G12 disciples), and we were discussing about "Pray" (Berdoa) and "God Answer Our Prayer" (Tuhan Menjawab Doa). Leader kita hari ini membawa hot topic juga - karena ternyata itu juga selama ini pemikiran ike.

According to one article he reads dari gospel.com (not sureif this is the correct web), kalo di rangkumin menjadi beberapa kalimat aja adalah as follow:

Sebenernya waktu kita berdoa, kita meminta dengan tidak malu-malu. Lalu, kita di ajarkan untuk beriman, yakin dan claim sesuatu yg telah diberikan (atau di curi dari) Tuhan untuk kita. Lalu sampailah pada suatu titik dimana kita udah 'hopeless' terus akhirnya pasrah.
Lalu keluarlah kalimat sbb "Tuhan, jadilah kehendakMu".


The discussion was: sebenernya kamu rela gak bilang begitu?
Maksudnya, kalo kamu udah bilang gitu, means yg terburuk (yg tidak pernah di bayanganmu bahkan) might happen. Thus, are you sure?

Ini sebenernya juga selalu pertimbanganku setiap kali berkata demikian. I mean I want that what actually happen with me is my Lord's way - karena dia tau yg terbaik dalam hidup kita tentunya. Maar, caraNya bukan caraku. Sering malah kita tuh bilang "Tuhan, saya pengen mendapatkan X, tapi nggak mau dengan cara XX.
Look, you are actually limiting His work in your life!
Tuhan itu berkarya melalui caraNya. Kalo kita bandel, sebenernya kita kayak bangsa israel yg di padang gurun selama 40 tahun! Sesuatu yg sudah Tuhan janjikan akan datang padamu selama 5 tahun, tapi kamu ngeyel dan gak nurut, jadilah 7.5 tahun...(thanks to kesaksian Bpk. Cliff)

Lalu yg aku inget dan dapet dari sel, cuman satu: Mengenal Bapaku lebih dalam.
Karena seperti kata one of my bro, kebahagian sejati tuh cuman datang jika kita bergaul dan mengenal Tuhan Bapamu lebih dalam. Dengan mengenalNya, kamu mempercayaiNya - just like when you know your bestfriend, you will trust him/ her fully.

Jadi my dearest friend, kenali 'Papa'mu untuk menemukan kebahagian and kedamaian sejati itu.

Doaku:
Bapa, aku mengucap syukur karena Kau baik dan selalu baik di dalam hidupku. Nggak pernah sedetikpun 'film' kehidupanku kamu lewati begitu saja.. Kau selalu ada di sana bersamaku, memelukku dan tetap mengasihiku apa pun keadaanya. Bapa, kalo selama ini aku cuman kenal tapi tidak mengasihiMu, maafkan aku... maafkan aku yg careless terhadapMu. I did not mean to do so, but I know I hurt You so... Tuhan lewat tulisan ini, aku ingin Kau tau bahwa aku mengasihiMu dan aku ingin mengenalMu lebih lagi. Lebih dalam dari samudra, lebih luas dari lautan dan lebih tinggi dari langit. Lebih lagi Jesus. Karena dengan mengenalMu lebih dalam lagi, aku bertumbuh dan berserah, serta memberi yg terbaik untukMu dan sekelilingku. Terima kasih Bapa. Kebaikanmu tiada terukur...
Dalam Nama Yesus,
Amen


PS: dari dulu aku pengen banget membuat bahan perenungan untuk setiap firman yg aku terima, semacam article kecil sebagai wujud perenungan diri (sayang gak bakat and gak ada waktu - klisé lah alesannya!)

God Bless You all

Thursday, October 05, 2006

Bored

Boseeeeeeeeeen!!!

Bosen baca article!!! Kadang mikir apa lah gunanya membaca article? Selain panjang, mengandung statistical data, kadang jg gak di pake dalam kehidupan nyata.. well, kalo di pake pun cuman sebagai bahan omongan 2-3 kali after that done... imagine this:

Menurut pakar ahli blablabla,
manusia cuman cukup minum air yg banyak supaya bisa tetap hidup

I am thinking like yeah... bisa sih bisa.. tapi gak ada orang yg nyoba untuk gak makan hanya untuk membuktikan kalo misalnya dengan minum aja people will survive.... unless mereka ingat akan fact ini ketika tersesat di hutan yg gak jelas rimbanya...

Tapi, memang ada kalanya sebuah research tuh bisa merubah cara pandang manusia... ya mungkin gak langsung but gradually... I cannot think of anything else besides wanita menikah muda. Kalo dulu, mungkin orang mikir kalo ce udah mulai bisa ber-reproduksi, saatnya married. Walaupun belum matang... Tapi semakin berubah jaman ini... ternyata banyak juga yg menikah di umur 30an... gak masalah kok ternyata... cuman temen baikku bilang ketika kita menikah di atas umur 30, kelainan kromosom lebih banyak terjadi... (I do hope to get marry before 30 lah)

Jadi membaca article itu ada yg berguna dan ada yg tidak... academic journal memang kasih facts yg trustable, tapi bahasa e kadang2 yo bikin kepala pusing... Dari 5 articles ini, udah 2 lewat dan semua masih baik2 saja... the next one is about 20 pages lagi... let's hope it was not that difficult!

Ngantuk? Gak seberapa... baca dikit wes.. buat bikin mata pedes, terus tidur...

Friday, September 29, 2006

Our Deepest Fear

“Our deepest fear is not that we are inadequate.

Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. It is our light, not our darkness that most frightens us. We ask ourselves, “Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, fabulous?”

Actually, who are you not to be?


You are a child of God. Your playing small does not serve the world.

There is nothing enlightened about shrinking so that other people won't feel insecure around you. We are all meant to shine, as children do. We were born to make manifest the glory of God that is within us.


It's not just in some of us; it's in everyone. And as we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same. As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others.”

by Marianne Williamson

Puisi e keren ya... dapet dari nonton film Akeelah and the Bee. Kalo belum liat, coba nonton - bener2 inspiring movie!

Sebenernya apa yg di tulis di puisi ini banyak benernya jg... yang sering terjadi juga kita takut kalo kita nggak sukses, gagal, gak mampu untuk melakukan sesuatu etc. Tapi justru karena ketakutan kita ini, justru kita nggak bisa maju. Aku jadi inget masa di mana aku bener2 nggak believe in myself that I can do it. Aku tuh bener2 jadi tergantung banget sama co aku - whoever he is at that time - noneya! None of your business hihihihi (Read: gak penting). Nah saking tergantungnya aku sampek kaya orang bego... mau ngelakuin ini.. gak berani.. mau ngelakuin itu juga gak berani.. sama sekali gak PD sama diri sendiri... yg ada malah menciut... sampe aku dewe gak kenal siapa ini orang yg let's say 'paranoid' gak jelas...
Tahun Mid-end 2004 s/d Mid-end 2005 itu tahun-tahunnya...

Tapi sejak awal tahun 2006, aku mulai menguak labirin hidup-ku sendiri... mulai pelan2 aku mikir and belajar untuk lebih percaya akan talenta yg udah di anugerahkan sama Tuhan. Aku mulai PD, mulai ngumpul sama positive environment, mulai berubah untuk mendengarkan hal2 yg positive instead of menerima negativity. Aku juga mulai membantah diri sendiri, yg mungkin sering bilang: " ah elu gak mampu, siapa elu... kecil, pendek, bego pula... dll" dalam bahasa kristen, saya sedang di intimidasi dan butuh untuk dilepaskan...

Puncak2nya... aku rada gak inget juga kapan.. yang pasti bulan Juni 2006. Waktu itu aku janjian sama temenku makan di Rotterdam, and habis gitu aku memang rencana nginep di Delft. Makan2nya ini berempat, cewek semua... kita jadi rada deket karena habis family weekend bareng di sini and kita sebungalow gitu.... Nah, sebelum temenku balik ke Jkt ini kita makan di Sumo (Japanese food yg makan sepuasnya dlm wkt 2 jam). Habis makan and sharing, aku ikut temenku yg mo balik ke Jkt itu and menginaplah ike di sana...

Jadinya aku gak ke gereja Delft, tapi ke gereja satelitnya di Den Haag bareng ama temenku tsb and familynya... kebetulan ada pendeta dari US yg dateng sebagai pendeta tamu and dia bener2 di pake Tuhan untuk point out your life and heal you. Waktu altar call, aku pertama ngga maju.. karena aku pikir ah orang lain pasti lebih sengsara daripada masalahku... biar aku diam saja duduk di sini... entah kenapa hari itu juga rada sepi... jadi hampir semua jemaat tersentuh. Aku yg paling terakhir di doa kan... and dia benar2 melihat apa yg terjadi dengan aku... aku masih inget dia bilang: saya melihat kamu di kecilkan... kamu di anggap remeh dan dibuat tidak pantas hidup etc oleh perkataan sekitarmu. Jelas aku kaget, karena aku gak pernah cerita sama sapa2 and aku bahkan gak pernah melihat pendeta ini... gila kan???

Well, singkat cerita, sejak hari ini aku better... much better meski sebelumnya udah mulai there is a hope. Sampai aku pulang indo Summer barusan, I have seen so many inspired people and they all trully give me the strength that I can carry on. Siapa pun mereka... I just want to say thank you and I will do my best here in NL.

Pesan saya buat kalian: Lakukan yg terbaik dan jangan menyerah sama keadaan.

S

Welcome Note

Bosen banget ngasih welcome note terus... tapi asiknya blog saya yang kali ini will definitely 'sisca' banget... gak ada sensor... jadi ya kalo ada sepatah dua patah kata saya yang mungkin 'hard to swallow' ya dimuntahkan aja lewat comments - ada wadah masak nggak di pake...

well, mainly yg bisa baca blog ini cuman selected people aja... jadi ente-ente harus bersyukur menjadi teman-teman yg terpilih... mwahahaha :P

Ya udahlah gak pake basa basi... males... hehehe