Barusan ini aku pulang sel (our church adopt the G12 disciples), and we were discussing about "Pray" (Berdoa) and "God Answer Our Prayer" (Tuhan Menjawab Doa). Leader kita hari ini membawa hot topic juga - karena ternyata itu juga selama ini pemikiran ike.
According to one article he reads dari gospel.com (not sureif this is the correct web), kalo di rangkumin menjadi beberapa kalimat aja adalah as follow:
Sebenernya waktu kita berdoa, kita meminta dengan tidak malu-malu. Lalu, kita di ajarkan untuk beriman, yakin dan claim sesuatu yg telah diberikan (atau di curi dari) Tuhan untuk kita. Lalu sampailah pada suatu titik dimana kita udah 'hopeless' terus akhirnya pasrah.
Lalu keluarlah kalimat sbb "Tuhan, jadilah kehendakMu".
Lalu keluarlah kalimat sbb "Tuhan, jadilah kehendakMu".
The discussion was: sebenernya kamu rela gak bilang begitu?
Maksudnya, kalo kamu udah bilang gitu, means yg terburuk (yg tidak pernah di bayanganmu bahkan) might happen. Thus, are you sure?
Ini sebenernya juga selalu pertimbanganku setiap kali berkata demikian. I mean I want that what actually happen with me is my Lord's way - karena dia tau yg terbaik dalam hidup kita tentunya. Maar, caraNya bukan caraku. Sering malah kita tuh bilang "Tuhan, saya pengen mendapatkan X, tapi nggak mau dengan cara XX.
Look, you are actually limiting His work in your life!
Tuhan itu berkarya melalui caraNya. Kalo kita bandel, sebenernya kita kayak bangsa israel yg di padang gurun selama 40 tahun! Sesuatu yg sudah Tuhan janjikan akan datang padamu selama 5 tahun, tapi kamu ngeyel dan gak nurut, jadilah 7.5 tahun...(thanks to kesaksian Bpk. Cliff)Lalu yg aku inget dan dapet dari sel, cuman satu: Mengenal Bapaku lebih dalam.
Karena seperti kata one of my bro, kebahagian sejati tuh cuman datang jika kita bergaul dan mengenal Tuhan Bapamu lebih dalam. Dengan mengenalNya, kamu mempercayaiNya - just like when you know your bestfriend, you will trust him/ her fully.
Jadi my dearest friend, kenali 'Papa'mu untuk menemukan kebahagian and kedamaian sejati itu.
Doaku:
Bapa, aku mengucap syukur karena Kau baik dan selalu baik di dalam hidupku. Nggak pernah sedetikpun 'film' kehidupanku kamu lewati begitu saja.. Kau selalu ada di sana bersamaku, memelukku dan tetap mengasihiku apa pun keadaanya. Bapa, kalo selama ini aku cuman kenal tapi tidak mengasihiMu, maafkan aku... maafkan aku yg careless terhadapMu. I did not mean to do so, but I know I hurt You so... Tuhan lewat tulisan ini, aku ingin Kau tau bahwa aku mengasihiMu dan aku ingin mengenalMu lebih lagi. Lebih dalam dari samudra, lebih luas dari lautan dan lebih tinggi dari langit. Lebih lagi Jesus. Karena dengan mengenalMu lebih dalam lagi, aku bertumbuh dan berserah, serta memberi yg terbaik untukMu dan sekelilingku. Terima kasih Bapa. Kebaikanmu tiada terukur...
Dalam Nama Yesus,
Amen
PS: dari dulu aku pengen banget membuat bahan perenungan untuk setiap firman yg aku terima, semacam article kecil sebagai wujud perenungan diri (sayang gak bakat and gak ada waktu - klisé lah alesannya!)
God Bless You all
