Friday, September 29, 2006

Our Deepest Fear

“Our deepest fear is not that we are inadequate.

Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. It is our light, not our darkness that most frightens us. We ask ourselves, “Who am I to be brilliant, gorgeous, talented, fabulous?”

Actually, who are you not to be?


You are a child of God. Your playing small does not serve the world.

There is nothing enlightened about shrinking so that other people won't feel insecure around you. We are all meant to shine, as children do. We were born to make manifest the glory of God that is within us.


It's not just in some of us; it's in everyone. And as we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same. As we are liberated from our own fear, our presence automatically liberates others.”

by Marianne Williamson

Puisi e keren ya... dapet dari nonton film Akeelah and the Bee. Kalo belum liat, coba nonton - bener2 inspiring movie!

Sebenernya apa yg di tulis di puisi ini banyak benernya jg... yang sering terjadi juga kita takut kalo kita nggak sukses, gagal, gak mampu untuk melakukan sesuatu etc. Tapi justru karena ketakutan kita ini, justru kita nggak bisa maju. Aku jadi inget masa di mana aku bener2 nggak believe in myself that I can do it. Aku tuh bener2 jadi tergantung banget sama co aku - whoever he is at that time - noneya! None of your business hihihihi (Read: gak penting). Nah saking tergantungnya aku sampek kaya orang bego... mau ngelakuin ini.. gak berani.. mau ngelakuin itu juga gak berani.. sama sekali gak PD sama diri sendiri... yg ada malah menciut... sampe aku dewe gak kenal siapa ini orang yg let's say 'paranoid' gak jelas...
Tahun Mid-end 2004 s/d Mid-end 2005 itu tahun-tahunnya...

Tapi sejak awal tahun 2006, aku mulai menguak labirin hidup-ku sendiri... mulai pelan2 aku mikir and belajar untuk lebih percaya akan talenta yg udah di anugerahkan sama Tuhan. Aku mulai PD, mulai ngumpul sama positive environment, mulai berubah untuk mendengarkan hal2 yg positive instead of menerima negativity. Aku juga mulai membantah diri sendiri, yg mungkin sering bilang: " ah elu gak mampu, siapa elu... kecil, pendek, bego pula... dll" dalam bahasa kristen, saya sedang di intimidasi dan butuh untuk dilepaskan...

Puncak2nya... aku rada gak inget juga kapan.. yang pasti bulan Juni 2006. Waktu itu aku janjian sama temenku makan di Rotterdam, and habis gitu aku memang rencana nginep di Delft. Makan2nya ini berempat, cewek semua... kita jadi rada deket karena habis family weekend bareng di sini and kita sebungalow gitu.... Nah, sebelum temenku balik ke Jkt ini kita makan di Sumo (Japanese food yg makan sepuasnya dlm wkt 2 jam). Habis makan and sharing, aku ikut temenku yg mo balik ke Jkt itu and menginaplah ike di sana...

Jadinya aku gak ke gereja Delft, tapi ke gereja satelitnya di Den Haag bareng ama temenku tsb and familynya... kebetulan ada pendeta dari US yg dateng sebagai pendeta tamu and dia bener2 di pake Tuhan untuk point out your life and heal you. Waktu altar call, aku pertama ngga maju.. karena aku pikir ah orang lain pasti lebih sengsara daripada masalahku... biar aku diam saja duduk di sini... entah kenapa hari itu juga rada sepi... jadi hampir semua jemaat tersentuh. Aku yg paling terakhir di doa kan... and dia benar2 melihat apa yg terjadi dengan aku... aku masih inget dia bilang: saya melihat kamu di kecilkan... kamu di anggap remeh dan dibuat tidak pantas hidup etc oleh perkataan sekitarmu. Jelas aku kaget, karena aku gak pernah cerita sama sapa2 and aku bahkan gak pernah melihat pendeta ini... gila kan???

Well, singkat cerita, sejak hari ini aku better... much better meski sebelumnya udah mulai there is a hope. Sampai aku pulang indo Summer barusan, I have seen so many inspired people and they all trully give me the strength that I can carry on. Siapa pun mereka... I just want to say thank you and I will do my best here in NL.

Pesan saya buat kalian: Lakukan yg terbaik dan jangan menyerah sama keadaan.

S

Welcome Note

Bosen banget ngasih welcome note terus... tapi asiknya blog saya yang kali ini will definitely 'sisca' banget... gak ada sensor... jadi ya kalo ada sepatah dua patah kata saya yang mungkin 'hard to swallow' ya dimuntahkan aja lewat comments - ada wadah masak nggak di pake...

well, mainly yg bisa baca blog ini cuman selected people aja... jadi ente-ente harus bersyukur menjadi teman-teman yg terpilih... mwahahaha :P

Ya udahlah gak pake basa basi... males... hehehe